06 March 2013

Putu Ayu is one of traditional cake of Indonesia. It was made of Red Sugar, Flour and coconut and some other materials.

How to make it?

First, you must provide:
  • 150 gr of red sugar, make it smooth
  • 3 eggs
  • 1 tsp cake emulsifier / ovalet
  • 180 grams of wheat flour
  • 1/2 tsp baking powder
  • 1/4 tsp vanilla powder
  • 1/4 of grated coconut
  • 1/2 tsp of salt

To make it,
  1. Prepare the mold of Putu Ayu, baste it with cooking oil and set aside.
  2. Mix the grated coconut with salt, stir well and set aside.
  3. Mix the eggs and red sugar and ovalet until it fluffy.
  4. Add the flour, baking powder, and vanilla and stir well.
  5. Put 2 tsp of grated coconut in the bottom of the mold. Pour the batter until 3/4 full.
  6. Heat a steamer pot. After the steamer pot is hot, insert the mold and steam until cooked.
  7. Remove from mold and serve.

This is enough for 15 pieces of Putu Ayu cake. Good luck!!!

 (by: Aprilia and Dikri / class VIII students)
this text is taken from the students writing for assignment of English Subject

23 February 2013

Salah Satu Sesi Teori (klik untuk melihat foto)
Sabtu (23/02), Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Al-Ghazali berhasil menyelenggarakan Workshop Pertanian yang mengangkat tema “Membangun Petani Sukses; Merubah Paradigma Pertanian Tradisional Menuju Modern”.

Acara ini diisi oleh Bapak Suhada, Kepala Penyuluhan  Pertanian Kecamatan Batang Batang, Sumenep. Acara yang dilaksanakan sejak pukul 7 pagi hingga Dzuhur ini, sesuai dengan namanya Workshop, dikonsep dalam dua sesi, sesi teori dan sesi praktek. Para peserta, yang merupakan siswa siswi SMP Al-Ghazali sendiri, selain mendapatkan materi teoritis juga mendapatkan pengalaman langsung menjadi petani yang baik.

Bapak Suhada, di sela sela penjelasannya, mengatakan bahwa ada beberapa ciri yang membedakan petani tradisional dan petani modern. Salah satunya adalah orientasi petani tradisional hanya pemenuhan kebutuhan hidup saja dan cenderung mengikuti apa apa yang telah diturunkan sespuh mereka, jika sesepuh menanam jagung saja, mereka juga akan menanam jagung saja, bahkan walaupun harga jagung sedang anjlok. Sedangkan petani modern, mereka lebih progresif. Selain menggunakan peralatan modern,  pola pikir mereka sudah merujuk pada keuntungan, pada bisnis, bukan sekedar memenuhi kebutuhan hidup saja dan mereka selalu membaca pasar, jika permintaan yang banyaka dalah singkong, maka mereka akan bertani singkong.

Salah Satu Sesi Praktikum (klik untuk melihat foto)
Pada sesi praktek, para peserta belajar membibitkan beberapa tanaman dengan baik, seperti lombok dan papaya tailand, serta belajar menanam pohon jati dan akasia, dan juga jagung hibrida.

“Acara ini bertujuan memberikan stimulus dan pengetahuan dasar tentang pertanian modern kepada teman teman yang kebanyakan dari mereka memiliki background sosial sebagai keluarga petani. Sehingga, nantinya mereka diharapkan bisa menjadi petani ulung yang progresif” Jelas Ketua Panitia, Yuningsih.

Selamat OSIS SMPGHA!! Sukses selalu dan terus berkarya!!!

21 December 2012

Peserta Diklat sedang berlatih menulis di luar kelas
SMPGHA(22/12) Dalam rangka pengembangan intelektual siswa siswi SMP Al-Ghazali (SMPGHA) khususnya dalam hal tulis menulis, OSIS SMP Al-Ghazali mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Penulisan Kreatif. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 19 sampai dengan 21 Desember 2012 di linkungan SMPGHA dan diisi oleh Siswanto, salah satu intelektual muda Batang Batang keluaran Pascasarjana UGM.

Ada tiga materi pokok yang dilatihkan kali ini, pertama, pada hari ke satu Pembicara menfokuskan terhadap teknik penulisan resensi, dilanjutkan teknik penulisan berita pada hari ke dua, termasuk salah satunya mulai dari pengumpulan data melalui wawancara dan teknik penulisan karya fiksi pada hari ketiga. Tidak hanya disuguhi materi teoritis saja, para siswa juga dituntut mempraktekkan langsung semua materi yang dipelajari di kelas. Hal ini menjadikan Diklat semakin hidup dan menarik.Diklat ini ditutup dengan performance drama dan puisi oleh peserta. Karya yang ditampilkan diangkat dari cerpen dan puisi hasil tulisan beberapa peserta terpilih. 

Semoga Diklat ini menumbuhkan semangat menulis bagi para siswa dan menjadikan mereka terus berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. Amin

Suasana Diklat Penulisan Kreatif

25 November 2012

Islam Dan Realita Sosial



Sering kali terdengar protes atau setidaknya rasa kesal dari  kalangan masyarakat, bahwa mengapa orang yang sehari-hari menunaikan ibadah shalat, zakat, puasa dan bahkan pernah menunaikan  ibadah haji, tetapi prilakunya belum menggambarkan makna dari kegiatan ritual tersebut. Lantas di simpulkan bahwa, ibadah ritual tidak selalu  memberi dampak pada prilaku terpuji sehari-hari. Tidak jarang juga terdengar ungkapan    bahwa pada setiap tahun jamaah haji meningkat, akan tetapi kasus korupsi tidak pernah surut. Bahkan banyak pejabat yang berhaji dan umrah berkali-kali, tetapi korupnya tidak bisa berhenti. Gambaran sebagaimana yang di kemukakan di atas menunjukkan  bahwa seolah-olah antara kegiatan ritual terpisah dari kegiatan lain sehari-hari yang lebih luas.
Pertanyaannya adalah adakah yang salah dari pemahaman Islam yang lebih luas?

Sudah banyak orang mengenal bahwa Islam selalu mengajarkan  tentang kejujuran, amal shaleh, menghargai sesama , disiplin waktu dan juga harus benar dalam mendapatkan rizki. Sebenarnya misi Rasulallah yang utama adalah untuk menyempurnakan ahlak yang mulia. Maka artinya, seorang mulia dalam melakukan apa saja harus di dasari oleh ahlak yang mulia baik dalam berekonomi, politik, mengembangkan pendidikan, hukum, masyarakat dan lain-lain harus didasarkan pada ahlak yang luhur. Selalu di bayangkan bahwa tidak akan mungkin seorang muslim melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kegiatan itu.
Namun sementara ini, seringkali terjadi, bahwa masih terdapat pemisahan yang sedemikian tajam antara persoalan agama dan persoalan ke hidupan lain pada umumnya. Agama dianggap variable tersendiri, terpisah pada kegiatan kehidupan pada umumnya. Maka yang lahir adalah kehidupan pribadi yang tidak utuh. Seolah-olah  antara kepasar sebagai upaya mencari rizki dianggab berbeda dari ketika ke masjid untuk shalat jamaah. Ke masjid dianggap mencari bekal akherat. Sementara ke pasar dianggap untuk mendapatkan rizki untuk mencukupi duniawi.
Cara berfikir itulah kira–kira menjadikan Islam dipandang sebagai ajaran yang utuh dan komprehensip sehingga melahirkan prilaku yang terbelah antar kegiatan  ritual dan kegiatan social menjadi tidak menyatu.
Saya mendapat rumusan bahwa  Islam setidaknya membawa lima misi
Yang pertama : Islam menjadikan umatnya kaya ilmu,ilmu yang di maksud disini lingkupnya sanget luas,yaitu bersumber pada ayat-ayat qawliyah dan sekaligus ayat kawniyah
Yang kedua: Islam menjadikan umatnya meraih prestasi unggul.setidaknya memiliki empat cirri
  1. berhasil mengenal dirinya sebagai pintu mengenal tuhannya
  2. bisa dipercaya
  3. bersedia mensucikan dirinya baik pikiran atau dirinya
  4. seorang muslim manapun berada  memberi manfaat bagi orang lain
Yang ketiga: Islam membangun tatanan sosial yang adil di tengah-tengah masyarakat
yang keempat: Islam memberikan tuntunan tentang bagaimana kegiatan ritual seharusnya di lakukan oleh setiap muslim
Yang kelima: konsep amal shaleh,amal sederhana bisa diartikan bekerja ,sedangkan shaleh bisa di artinya lurus,benar,tepatatau sesuai
Oleh karena itu , agar Islam menjadi kekuatan untuk membangun karakter bangsa secara utuh, maka ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad harus di pahami secara utuh pula.
Islam  semestinya tidak saja dipahami sebagai agama, melainkan juga sebagai konsep tentang peradaban unggul. Konsep tersebut harus diperkenalkan melalui pendidikan secara terus menerus, agar ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW benar benar menjadi kegiatan untuk membangun karakter bangsa secara sempurna. Dan tidak lagi dipahami  sebagiannya saja, sebagaimana yang  kerjadi selama ini.

Ustd. Tolak Solehah