20 October 2013

THE BLIND GIRL

There was a blind girl who hated herself just because she was blind. She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.

One day, someone donated a pair of eyes to her and then she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, “now that you can see the world, will you marry me?”

The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him. Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying:

“Just take care of my eyes dear.”


This is how human brain changes when the status changed. Only few remember what life was before, and who’s always been there even in the most painful situations.

Life Is A Gift

Today before you think of saying an unkind word–
think of someone who can’t speak.

Before you complain about the taste of your food–
think of someone who has nothing to eat.

Before you complain about your husband or wife–
think of someone who is crying out to God for a companion.

Today before you complain about life–
think of someone who went too early to heaven.

Before you complain about your children–
think of someone who desires children but they’re barren.

Before you argue about your dirty house, someone didn’t clean or sweep–
think of the people who are living in the streets.

Before whining about the distance you drive–
think of someone who walks the same distance with their feet.

And when you are tired and complain about your job–
think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job.

But before you think of pointing the finger or condemning another–
remember that not one of us are without sin and we all answer to one maker.

And when depressing thoughts seem to get you down–
put a smile on your face and thank God you’re alive and still around.

Life is a gift – Live it, Enjoy it, Celebrate it, and Fulfill it.






_____________
Copied from :
http://academictips.org/blogs/moral-tale-the-story-of-a-blind-girl/

11 October 2013

Belajar Hidup dari Sepotong Pensil


Suatu hari seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang asyik menulis sebuah surat.
“Halo Nek, Nenek sedang apa?, Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan sang cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Cucu-ku.. sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang jauh lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pergunakan ini. Nenek berharap kamu akan seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada hal yang istimewa dari pensil yang nenek pergunakan.

“Tapi menurut saya nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil pada umumnya”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“Cucuk-ku  jika kamu melihat sisi lain dari pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,
Sejenak Si Nenek ini terdiam, kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Pertama: pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Tuhan Sang Maha pencipta, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

Kedua: dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

Ketiga: pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

Keempat: bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

Kelima: sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…
Hal yang sama seperti kita, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan, baik itu kesan positif ataupun kesan negatif. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan. Ternayata kita bisa belajar dari sisi kehidupan di lingkungan kita, termasuk Belajar Seperti Pensil.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah ini.Amin


____________
Copied from:
http://www.motivasiharian.com/index.php/cerita-motivasi/65-motivasi-umum/130-belajar-dari-pensil

05 September 2013

SELEKSI BEASISWA S2 GURU SMP 2013

Dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualifikasi guru SMP, pada tahun 2013 Direktorat Pembinaan PTK Dikdas, Ditjen Dikdas Kemdikbud, bermaksud memberikan bantuan beasiswa pendidikan S2 bagi guru SMP. Program studi yang ditawarkan, adalah:
1. Program Studi Matematika
2. Program Studi IPS;
3. Program STudi IPA;
4. Program Studi Bahasa Indonesia; dan
5. Program Studi Bahasa Inggris.
Adapun persyaratan pendaftaran untuk mengikuti seleksi adalah : Berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas sebagai guru SMP atau berstatus sebagai guru tetap yayasan, berusia maksimum 48 tahun, IPK minimal 2,50.
Info lebih lengkap bisa download DISINI

25 June 2013

MERIAHNYA MALAM PENTAS SENI AL-GHAZALI

Salah Satu Penampilan di Malam Pentas Seni
(Klik untuk melihat foto foto pentas seni)
Al-Ghazali (25/06) Berbeda dari malam malam sebelumnya, malam ini halaman Yayasan Al-Ghazali dipenuhi dengan banyak orang. Mereka adalah para siswa dan santri serta para wali di seluruh lembaga pendidikan di Yayasan Al-Ghazali. Malam ini merupakan malam puncak dari perayaan Akhir Sanah tahun ajaran 2012-2013.

Ada dua acara inti yang diagendalan ini, yaitu temu wali santri Diniyah Takmiliyah dan kemudian Pentas Seni yang dipersembahkan oleh siswa dan santri Yayasan Al-Ghazali.

Temu wali merupakan acara silaturrahim antara Yayasan Al-Ghazali dan para orang tua siswa dan santri Yayasan Al-Ghazali. Tujuan utamanya adalah agar terjadi hubungan yang harmonis antara Yayasan Al-Ghazali dengan para wali yang nantinya bisa berdampak positif pada perkembangan anak didik yang ada di Yayasan Al-Ghazali.

Setelah temu wali selesai, dilanjutkan dengan Pentas Seni. Antusisme penonton sangatlah tinggi, bahkan mereka rela berdiri bejam jam hanya untuk melihat penampilan yang anak anak tunjukkan. Acara Pentas seni merupakan acara tahunan Yayasan, sebagai salah satu wadah bersilaturrahim dengan masyarakat dan penggalian potensi para siswa dalam berkarya.

Dalam acara ini juga tiga siswa dan santri terbaik Al-Ghazali dinobatkan sebagai siswa dan santri tauladan. Widya Kurniawati sebagai siswa tauladan dari TK Al-Ghazali, Joko Anggi Agustino sebagai tauladan dari Diniyah Takmiliyah Al-Ghazali, dan Aprilia sebagai murid tauladan dari SMP Al-Ghazali.

Maju terus Al-Ghazali!


Salah Satu Penampilan di Malam Pentas Seni
(Klik untuk melihat foto foto pentas seni)